Daftar 5 Klub Sepak Bola Indonesia Yang Bubar Dan Tinggal Nama

Klub Sepak Bola Indonesia Yang Bubar

Di dunia persepak bola-an Indonesia telah mengalami perubahan semenjak tahun 1994 dengan berganti periode yang baru. Dimana PSSI atau Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia telah menyatukan dua kompetisi sekaligus. Yang awalnya bernama Galatama dan Perserikatan, sekarang berubah nama menjadi Liga Indonesia (Ligina). Dari perubahan tersebut akhirnya berimbas pada klub sepak bola Indonesia yang bubar dan kini tinggal nama.

Pada awal perubahan memang beberapa klub sepak bola mengalami pasang surut permainan. Berawal dari nama Divisi Utama, kemudian dilanjutkan dengan Liga Super Indonesia, dan sekarang berubah lagi menjadi Liga 1. Padahal sebelum Ligina dibentuk terdapat sejumlah klub sepak bola yang menjadi favorit banyak orang. Berikut ulasan 5 klub sepak bola yang kini tinggal nama saja:

1. Petrokimia Putra

Klub sepak bola ini resmi dibentuk pada 20 Mei 1988 oleh perusahaan PT. Petrokimia Gresik. Beragam prestasi telah diukir oleh klub kebanggaan warga Gresik ini. Seperti dengan berhasil menjadi juara di Ligina yang pertama pada tahun tahun 1994/1995. Bahkan klub Petrokimia Putra dapat menunjukkan kemampuan bermainnya sampai menempati posisi puncak sementara.

READ  Kiper Timnas Spanyol Terbaik Dengan Segudang Prestasi

Klub ini hampir saja berhasil menjadi juara namun terpaksa harus menyerah ditengah jalan akibat dikalahkan oleh klub Persib Bandung dengan skor 0-1. Hal tersebut terjadi pada saat laga final yang menyajikan suasana penuh kontroversi. Dimana drama tersebut dimulai ketika gol yang dilayangkan Jacksen F. Thiago dari klub Petrokimia Putra dianulir oleh wasit sehingga harus menerima kenyataan dengan posisi runner up.

2. Arseto Solo

Arseto Solo merupakan salah satu klub sepak bola Indonesia yang masih mengandalkan para pemain lokal. Untuk itu tidak heran jika klub favorit Galatama ini mampu mencetak para pemain berprestasi hingga menjadi legenda dalam Timnas Indonesia. Diantaranya meliputi Ricky Yakob, Nasrul Koto, I Komang Putra, Nova Aryanto, Eduard Tjong dan berbagai pemain lainnya.

READ  7 Skuad Klub Sepak Bola Dari Inggris Termahal Tahun 2020 Versi Transfermarkt

Pada tahun 1991/1992 yang lalu klub yang satu ini mencapai puncak kejayaan dengan menjuarai Galatama. Dari perolehan itu, klub sepak bola ini akhirnya bisa melebarkan sayapnya dengan menjadi wakil Indonesia di ajang Liga Champions Asia. Bahkan dalam ajang bergengsi tersebut klub Arseto Solo berhasil masuk dalam grup semifinal yang beranggotakan 7 klub sepak bola.

3. Niac Mitra

Klub ini merupakan klub sepak bola yang bermarkas di kota Surabaya, Jawa Timur. Jika pada masa sekarang ini banyak yang lebih mengenal Persebaya Surabaya sebagai wakil dari kompetisi Perserikatan. Niac Mitra merupakan salah satu klub sepak bola yang mewakili kompetisi Galatama. Prestasi yang telah berhasil diraih oleh klub ini dalam laga Galatama diantaranya pada saat tahun 1980/1982, 1982/1983, dan 1987/1988.

4. Pelita Jaya

Berbagai prestasi yang pernah diukir oleh klub sepak bola Indonesia yang bubar ini seperti menempati kasta tertinggi pada zaman Ligina secara konsisten. Tercatat setidaknya sudah 3 kali klub ini menjadi juara yang terjadi pada tahun 1988/1989, 1990, dan 1993/1994. Disamping itu klub ini juga dikenal sebagai klub yang sering berganti nama sekaligus markas kebesaran.

READ  Kiper Timnas Spanyol Terbaik Dengan Segudang Prestasi

5. Mastrans Bandung Raya (MBR)

Disamping memiliki wakil klub sepak bola bernama Persib Bandung, kota kembang juga memiliki klub sepak bola Indonesia yang bubar dengan nama Mastrans Bandung Raya (MBR). Pada awalnya klub ini merupakan salah satu klub yang cukup sukses di laga Galatama dengan memiliki pemain yang berhasil mencetak gol terbanyak. Namun disayangkan klub ini sekarang hanya tinggal nama dengan berbagai prestasi yang melegenda.

Demikian informasi tentang klub sepak bola Indonesia yang bubar dan kini tinggal nama. Dimana daftar klub sepak bola di atas sempat berjaya dan mendulang beragam prestasi di tahun 90-an.

You May Also Like

About the Author: achan kun